TEKNIK
PENGOBATAN DAN VAKSINASI IKAN

Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda
DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN
2019
TEKNIK PENGOBATAN DAN VAKSINASI IKAN
PENGOBATAN
Dalam dunia budidaya ikan
serangan penyakit merupakan salah satu yang mengakibatkan kerugian besar. Upaya
yang dapat dilakukan adalah dengan pencegahan sedini mungkin supaya ikan tidak
terserang panyakit.
Tetapi,
kadangkala walaupun sudah dilaksanakan pencegahan terhadap penyakit, penyakit
pada ikan masih muncul. Oleh karena itu perlu diketahui teknik pengobatannya. Pengobatan
merupakan alternatif terakhir setelah usaha pencegahan gagal dilakukan. Teknik
ini relatif mudah dan hasilnya lebih cepat terlihat. Tetapi apabila dilakukan
dengan prosedur yang salah, akan berdampak negatif.
Dalam pengobatan
yang perlu diperhatikan adalah ketepatan diagnosa penyebab penyakit, jenis dan
dosis efektif obat, kemudahan memperolehnya, waktu luruh obat yang pendek dan
teknik aplikasi yang hendak diterapkan.
Beberapa cara
pengobatan adalah sebagai berikut :
1.
Melalui perendaman
Perendaman dapat dilakukan
secara langsung di kolam, akuarium atau secara tidak langsung dengan
menggunakan wadah lain.
Perendaman dapat dilakukan
melalui tiga cara, yaitu :
a. Pencelupan/dips,
pengobatan dilakukan pada dosisobat yang tinggi selama beberapa detik
b. Perendaman jangka
pendek/short bath, pengobatan dilakukan pada dosis obat relatif tinggi selama
beberapa menit.
c. Perendaman jangka
panjang/long bath, umumnya dilakukan dalam akuarium, wadah lain atau kolam
selama beberapa jam atau hari
2.
Melalui pakan
Pengobatan melalui pakan
lebih sedikit menimbulkan stress pada ikan, tetapi hanya efektif pada tahap
awal infeksi. Hal ini disebabkan ikan masih mempunyai nafsu makan.
Prosedur pengoban melalui
pakan adalah :
a. pakan ikan yang hendak
diberikan terlebih dahulu dibasahi permukaannya dengan menggunakan alat semprot
b. obat
dilekatkan ke permukaan pakan hingga merata
c. obat
yang telah menempel pada pakan dilapisi dengan zat pelapis seperti minyak sayur
atau putih telur, bertujuan untuk mengurangi proses pencucian oleh air pada
saat diberikan kepada ikan
d. pakan
diangin-anginkan atau dijemur beberapa saatpemberian pakan yang mengandung obat
sebaiknya diberikan selama beberapa hari
3.
Aplikasi langsung ke tubuh
a. Oles, teknik ini umumnya
hanya dapat dilakukan terhadap ikan sakit yang memiliki gejala klinis sangat
nyata ( luka atau borok ), jumlahnya relatif sedikit dan ukuran ikan cukup
besar.
b. Penyuntikan,
biasa dilakukan pada ikan berukuran besar, kuntungannya adalah penggunaan obat
sangat efisien dan dosis tepat. Dosis dinyatakan dalam satuan mg obat/kg bobot
tubuh. Ada dua cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukan ke rongga
perut (intra peritoneal) dan dimasukan ke otot (intra muscular). Penyuntikan
cecara intra peritoneal dilakukan diantara kedua sirip perut atau sedikit di
depan anus, dengan sudut kemiringan jarum suntik kira-kira 30o.
penyuntikan secara intra muscular dilakukan di daerah punggung, pada ikan yang
bersisik di sela-sela sisik ke 3-5 dari kepala, dengan sudut kemiringan
kira-kira 30o-40o.
VAKSINASI IKAN
Vaksinasi ikan bermanfaat
untuk memberi bekal kekebalan spesifik (antibodi) pada tubuh ikan, ramah
lingkungan dan tidak berdampak negatif terhadap ikan maupun manusia. Selain
dapat mengurangi mortalitas ikan, vaksinasi juga akan mengurangi penggunaan
antibiotik pada budidaya ikan serta resistensi bakteri terhadap antibiotik.
Sebaiknya vaksinasi
dilakukan lebih dari satu kali, karena antibodi yang diperoleh pada vaksinasi
pertama relatif rendah, sehungga perlu dilakukan vaksinasi ulang yang dapat
diberikan 2-3 bulan kemudian melalui pakan atau perendaman.
Adapun syarat
ikan yang akan divaksinasi adalah :
a. ikan
telah berumur 3 minggu atau lebih, karena pada umur kurang dari 3 minggu
organ-organ yang berperan dalam sistem pembentukan antibodi belum sempurna
b. status kesehatan ikan
harus dalam kondisi optimal
c. suhu air relatif hangat
(di atas 25oC). hal ini akan mempercepat respon antibodi yang
terbentuk
Pemberian vaksin
dapat dilakukan dengan 3 cara :
a. Perendaman
dalam larutan vaksin selama 15-30 menit, untuk ikan-ikan benih dalam jumlah
banyak, dosisnya 10 ml vaksin/100 liter air
b. Penyuntikan,
untuk ikan-ikan yang berukuran besar dan berharga misalnya induk ikan. Dosisnya 0,1 ml vaksin/ 1
kg ikan
Melalui
pakan ikan/pellet, ini sesuai untuk ikan yang sudah dipelihara dalam kolam
ataupun sebagai vaksinasi ulang. Cara melekatkan vaksin ke pakan sama dengan
mencampurkan obat ke pakan ikan. Sebaiknya dilakukan 3-7 hari berturut-turut,
dosisnya 4 ml vaksin/1 kg pakan ikan.
No comments:
Post a Comment