PENYAKIT NON-INFEKSI PADA IKAN LELE
Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda
DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN
2019
PENYAKIT
NON-INFEKSI
PADA IKAN LELE
Ikan lele dapat terserang oleh penyakit non-infeksi. Penyakit ini disebabkan
oleh kesalahan lingkungan atau kesalahan nutrisi. Pemicu
terjadinya penyakit non-infeksi atau nonparasiter diantaranya adanya gas-gas
beracun (amonia) akibat penumpukan sisa-sisa kotoran (feses) dan pakan pada
dasar kolam, kekurangan oksigen dalam air, derajat keasaman (pH) yang terlalu
rendah, perubahan suhu yang mendadak, kekurangan vitamin dan mineral, komposisi
gizi pakan yang buruk, serta pakan yang telah membusuk dan mengandung kuman.
Adapun jenis-jenis penyakit non-infeksi yang sering menyerang ikan lele adalah
sebagai berikut :
1. Penyakit Kuning (Jaundice)
Penyebab :
Biasanya
penyakit ini muncul jika ikan tidak diberi pakan yang cukup, pakan kadaluarsa
atau pakan disimpan ditempat lembab. Beberapa literatur dan penelitian
menunjukan bahwa lele yang diberi pakan campuran jeroan ayam dan secara penuh
diberi pakan tersebut banyak yang menunjukan gejala jaundice.
Gejala :
Penyakit ini ditandai
dengan perubahan warna tubuh ikan menjadi kuning dan diikuti dengan kematian.
Selain terlihat pada bagian tubuh bagian luar, warna kuning juga terlihat pada
organ dalam seperti hati, ginjal dan usus ikan saat ikan tersebut dibedah.
Pencegahan :
Cara mengatasi
penyakit ini adalah dengan menghindari pemberian pakan berupa ikan rucah dan
jeroan ayam secara penuh dan kontinyu. Penggunaan pellet yang masih baru dan
berkualitas sangat dianjurkan. Selain itu, dilakukan penggantian air kolam yang
terus diulang.
2. Penyakit yang disebabkan
oleh pemberian pakan yang berlebihan
Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan ikan mudah terserang
penyakit. Selain itu, akan terjadi penurunan kualitas air pada
kolam.
Gejala :
Pembeian pakan yang berlebihan ini akan mempengaruhi wabah gejala pecahnya
usus yang dikenal dengan RIS (Reptured Intestine Syndrom) pada berbagai jenis
ikan rakus, seperti ikan lele. Usus ikan yang kenyang berlebihan akan mudah
pecah. Pada ikan lele muda, bagian usus yang mudah pecah, yaitu usus belakang
atau usus tengah. Selanjutnya, akan menimbulkan radang pada dinding
perut yang menyebabkan luka yang berasal dari dalam pecahnya dinding bagian
ventral.
Pencegahan :
Cara mengatasi penyakit dengan memberikan pakan secara tepat. Pemberian
pellet mengacu pada berat tubuh ikan. Selain itu, penggantian air kolam
dilakukan secara berkala agar sisa-sisa pakan dan kotoran ikan yang menumpuk di
dasar kolam.
3. Penyakit yang disebabkan
kekurangan vitamin C
Vitamin
merupakan bahan organik kompleks yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tetapi
sangat penting. Vitamin diperlukan selama pertumbuhan dan pada waktu reproduksi
(pemijahan). Jika kekurangan vitamin, akan menyebabkan ikan sakit atau
avitaminosis. Vitamin C khususnya, sangat aktif dalam beberapa sistem dan
merupakan vitamin terpenting untuk perkembangan kolagen dan tulang rawan.
Gejala :
Tubuh ikan
menjadi bengkok dan tulang kepala lele yang retak-retak, pendarahan di kulit,
mata, ginjal, usus dan mulut.
Pengobatan :
Penanggulangan penyakit tersebut adalah dengan cara menambahkan vitamin C
dengan dosis 1 g/kg pakan selama 5-7 hari.
4. Penyakit
yang disebabkan oleh faktor lingkungan
Penyebab :
Penumpukan sisa pakan dan kotoran ikan di dasar kolam akan memicu
pertumbuhan bakteri patogen dan plankton. Padahal, kepadatan plankton yang
terlalu tinggi akan menyebabkan fluktuasi pH harian yang tinggi. Faktor
lingkungan lainnya adalah fluktuasi suhu harian antara siang dan malam yang
cukup tinggi, terutama pada musim hujan. Perubahan lingkungan yang ekstrim
tersebut akan menyebabkan ikan strees dan membutuhkan lebih banyak energi untuk
menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan.
Gejala :
Lele yang mengalami gangguan akibat faktor lingkungan, seperti kelebihan
sisa pakan, bahan kimia industri dan pestisida dari lahan Perikanan biasanya
berenang lebih cepat dibandingkan saat normal. Tanda
lain adalah lele berkumpul pada saluran pemasukan air atau mengambang pada
permukaan air. Jika kondisinya lebih buruk, permukaan tubuh ikan menjadi pucat,
insang membengkak, sungut melipat dan sirop geripis.
Pengobatan :
Penanggulangannya dengan pergantian air sebanyak 20 % setiap dua hari
sekali sampai kesehatan lele membaik dan sehat.
No comments:
Post a Comment