PEMBENIHAN
IKAN TAWES
Ikan tawes merupakan salah satu ikan air tawar yang
mempunyai nilai ekonomis. Namun salah satu kendala yang dihadapi adalah
langkanya bibit sehingga para pembudidaya ikan perlu dibekali pengetahuan
tentang pembenihan ikan tawes.
Adapun langkah-langkah dalam usaha pembenihan ikan tawes
adalah sebagai berikut :
a.
Pemilihan Induk
Persyaratan
utama untuk memijahkan tawes adalah induk ikan yang akan dipijahkan harus telah
matang gonad.
Ciri-ciri
induk yang matang gonad adalah :
Induk
jantan :
-
umur 10 bulan atau
lebih
-
bagian
perut jika diurut mengeluarkan cairan putih
-
bagian perut langsing
-
tingkah laku gesit
Induk
betina :
-
berumur minimal 14
bulan
-
bagian
perut jika diurut mengeluarkan cairan kehitaman
-
bagian
perut membengkak, jika diraba terasa kasar
-
tingkah laku agak
lambat
b.
Persiapan Kolam
Kolam
pemijahan yang digunakan berukuran 200 m2 dengan sirkulasi air yang
lancar. Dasar kolam tidak boleh
berlumpur atau retak-retak karena telur ikan akan mati tertutup lumpur atau
masuk ke dalam rongga tanah. Pematang
yang bocor diperbaiki dan lumpur yang menutupi kamalir diangkat.
Kolam sebelum digunakan harus dikeringkan selama 2-3
hari. Selanjutnya air dialirkan ke dalam kolam sehingga mencapai ketinggian 40
cm di pintu pemasukan air dan 70 cm di pintu pembuangan
c.
Pemasukan Induk
Induk
yang telah tersedia kemudian dimaskan ke dalam kolam pada pagi hari, pada sore
hari sekitar pukul 16.00 debit air yang masuk ke kolam diperbesar untuk
merangsang ikan tawes yang akan memijah. Bertambahnya debit air yang masuk ke
kolam maka air yang keluar di saluran pembuangan diusahakan tetap tenang dan
tidak menimbulkan suara gemericik
d.
Jalannya Pemijahan
Pemijahan
tawes biasanya terjadi sekitar pukul 19.00 sampai 20.00, namun kadang-kadang
pemijahan baru usai setelah menjelang pukul 05.00. Saat induk melakukan pemijahan, akan terdengar suara
dengungan seperti suara kumbang.
e.
Pemeliharaan Larva
Keesokan
harinya bila diantara telur-telur yang dikeluarkan ada yang menggerombol, harus
dilakukan pemisahan pada telur tersebut, misalnya dengan memasukan sapu lidi ke
dalam kolam dan mengayun-ayunkan secara perlahan. Telur yang mula-mula 1 mm,
setelah beberapa saat terendam air diameternya akan menjadi 2-3 mm. Setelah
induk tawes memijah, biarkan mereka tetap berada di dalam kolam tersebut hingga
telurnya menetas menjadi larva (burayak). Telur tawes akan menetas dalam waktu
yang relatif singkat yaitu 13 jam pada suhu 240C sampai 320C.
Seluruh telur akan menetas setelah 2 sampai 3 hari. Singkatnya waktu penetasan
ini antara lain disebabkan oleh tipisnya dinding telur.
Induk
tawes yang telah melakukan pemijahan perlu mendapatkan makanan tambahan untuk
mengganti energi yang cukup banyak dikeluarkan saat pemijahan. Makanan tambahan
tersebut dapat berupa dedak halus yang dicampur air yang diberikan dua kali
sehari ( pagi dan sore ), atau daun pepaya dan dedaunan yang lunak lainnya. Daun-daunan
tersebut cukup diberikan satu kali dalam satu minggu.
Setelah benih berumur 7 hari, dapat diberi
makanan berupa dedak halus kering yang ditebarkan di sekitar permukaan air
kolam. Larva sudah dapat dipanen setelah berumur antara 20 sampai 30 hari. Dari
satu pasang induk dapat dihasilkan benih sebanyak 10.000 sampai 20.000 ekor.
OLEH;
BARNAS SUSANTO Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019
2019

No comments:
Post a Comment