‘‘PEMBENIHAN LELE DUMBO’’
Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z,
S.St.Pi
Penyuluh Perikanan
Muda
Desa Tabalajaya
Kecamataan Karang Agung Ilir
Dinas Perikanan
Kabupaten Banyuasin
PEMBENIHAN LELE DUMBO
Saat ini, Ikan
Lele Dumbo merupakan ikan air tawar yang menjadi pilihan bisnis yang
menjanjikan. Hal ini disebabkan karena Lele Dumbo mempunyai kelebihan
dibandingkan ikan air tawar lainnya. Diantara kelebihan Lele Dumbo adalah mudah
dipelihara dalam lahan yang terbatas, periode budidaya yang singkat, tahan
terhadap penyakit dan harganya yang stabil di pasaran.
Untuk bisa
menjamin berlangsungnya budidaya Lele Dumbo, diperlukan ketersediaan bibit Lele
Dumbo secara kontinyu. Oleh karena itu perlu adanya petani yang berusaha di
bidang Pembenihan Lele Dumbo.
Tahapan dalam pembenihan Lele Dumbo meliputi :
1.
Menyiapkan
Media Pemijahan
a.
Menyiapkan bak pemijahan
Bak yang digunakan cukup dengan ukuran 2x3 m dengan
dalam bak 1 m. bak dicuci dengan larutan permanganat dosis 1 sendok the
dicampur dengan 3 liter air atau 5 gr / m3 air.
b.
Menyiapkan kakaban,
terbuat dari ijuk yang dibingkai dengan bambu
c.
Menyiapkan air
pemijahan, bak pemijahan diisi dengan air setinggi 40 cm.
2.
Menyiapkan
Induk Lele
a.
Merawat induk lele,
Induk lele yang akan dipijahkan harus diberi pakan yang baik agar dapat
menghasilkan benih yang baik. Induk
lele setiap hari diberi pakan daging bekicot atau ikan rucah. Pemberian pakan
dilakukan pagi dan sore dengan dosis 10% dari berat badan. Bak penampungan
induk dekat dengan bak pemijahan agar menangkapnya mudah. Sebaiknya induk
jantan dan betina ditempatkan secara terpisah supaya tidak terjadi pemijahan
liar.
b.
Memilih induk lele siap
pijah
Ciri-ciri induk betina yang siap pijah adalah :
- Bagian perut membesar dan lunak kalau diraba
- Dubur terlihat merah dan lubang pengeluaran telur lunak
melebar
- Membuat
gerakan mondar-mandir
- Bagian dubur merah dan lunak, kalau diurut dari arah
perut akan keluar cairan putih atau sperma
3.
Memijahkan
Lele Dumbo
- Isi bak pemijahan dengan air setinggi 40 cm
- Pasang kakaban hingga menutupi 80% permukaan air. Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan
perbandingan 1 betina dan 2 jantan
- Proses pamijahan akan terjadi pada malam hari yang
ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran antara induk betina dan jantan
mengitari kakaban.
- Amati
pada pagi hari,telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan
kakaban
4.
Menetaskan
Telur
- Menyiapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih
dahulu bak-bak dengan permangkanat
- Isi air penetasan setinggi 40 cm, pindahkan/angkat
kakaban masukkan ke dalam bak yang sudah
disiapkan
- Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan
telur-telur tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas setelah 35
jam. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan
transparan dan kalau dilihat dengan mikroskop akan terlihat masih mengandung
kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak
akan menetas serta akan membusuk. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning
transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan
oleh induk.
5.
Pemeliharaan
Larva
-
Menyiapkan bak untuk budidaya
pakan alami berupa dapnia atau cacing
rambut. Cacing rambut banyak dijual di
kios-kios pedagang ikan
hias.
-
Setelah telur lebih
dari 48 jam dan sudah terlihat banyak yang menetas maka kakaban diangkat secara
hati-hati
-
Merawat
larva, larva yang baru beberapa hari menetas kondisinya masih sangat lemah.
Larva ini tidak memerlukan pakan tambahan sampai menunggu kandungan kuning
telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah menetas 7 hari. Untuk
menjaga mortalitas yang tinggi perlu dipasang aerasi
-
Memberi
pakan larva. Setelah7 hari, kandungan kuning telur yang ada sudah habis dan
harus segera diberi pakan tambahan dari luar. Pakan pertama dapat diberikan
kuning telur yang diblendersetiap pagi dan sore sebanyak satu butir per 5000
ekor. Pemberian pakan cacing rambut dapat diberikan setelah 11 hari dan juga
dapnia.
6.
Pemanenan
Benih Lele
Panen
benih lele bukan merupakan kegiatan akhir dari kegiatan budidaya. Pemungutan
hasil pertama dilakukan setelah benih berumur 17 sampai 21 hari (panjang t 2,5
cm). Pada ukuran tersebut benih lele sudah bisa ditebar pada petak pembesaran
secara langsung atau ditebar pada tempat penampungan sambil menunggu pembeli.
ALAT BAHAN
PEMANENAN
Alat berupa seser, ember, waring, kantong plastik, tali karet, tabung udara, dan mangkok kecil.
Perhitungan hasil biasanya dilakukan secara manual. Untuk memperoleh benih yang
seragam digunakan ember plastik yang berlubang-lubang.

No comments:
Post a Comment