Wednesday, March 6, 2019


TEKNIK PEMBESARAN IKAN BAWAL










Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda



DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN

2019

TEKNIK PEMBESARAN IKAN BAWAL


Ikan bawal diintroduksi ke Indonesia oleh PT. Cipta Mina Sentosa, Jakarta pada tahun 1986. Pada mulanya, ikan bawal dikenal masyarakat sebagai ikan hias dan diperdagangkan di pasar-pasar tradisional ataupun pusat-pusat penjualan ikan hias.
Ikan bawal berasal dari Amerika Selatan. Ikan ini hidup dan berkembang di Venezuela, Colombia, Peru, Ekuador, Brasil dan Argentina terutama di lembah sungai orinoco dan Amazone sampai daerah aliran sungai Rio De La Plata.
Dalam klasifikasi, ikan bawal termasuk dalam keluarga kelas Ostrichthyes, ordo Characiformis, famili Characidae dan genus Colossoma. Warna tubuh abu-abu tua. Bentuk tubuh tegak agak bulat,sisik berwarna perak dan pada kedua sisi tubuhnya terdapat bercak hitam. Tubuh bagian ventral dan sekitar sirip dada pada ikan bawal muda berwarna merah. Warna ini akan memudar sejalan dengan pertambahan umur dan perkembangan fisik. Ikan ini mempunyai bibir bawah menonjol dan memiliki gigi-gigi besar serta tajam.

Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain :
-                      a. Pertumbuhannya cukup cepat
-      Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segala (omnivora) yang condong lebih banyak makan dedaunan
-      Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
b.   Rasa dagingnya cukup enak

Langkah-langkah Pembesaran Ikan Bawal
  1. Persiapan kolam
-          tanah dikeringkan selama beberapa hari
-          kolam diberi kapur sebanyak 2 kg/100m2
-          diberi pupuk kandang sebanyak 40 kg/100 m2



  1. Pengairan
Kolam diisi air sedalam 10 cm. kolam dibiarkan tergenang air selama 3-5 hari. Kemudian kolam diisi air lagi hingga kedalaman 50 cm dan dibiarkan lagi selama 1-2 hari.

  1. Seleksi dan Penebaran benih
Benih ikan bawal ditebarkan pada hari ke 5 hingga ke 7 sejak pengairan (pengisian) pertama. Waktu penebaran yang paling baik adalah pada pagi hari saat suhu air masih rendah. Benih ikan yang ditebarkan harus sehat dan seragam.
Adapun ciri benih yang baik adalah :
-          sehat
-          anggota tubuh lengkap
-          aktif bergerak
-          ukuran seragam
-          tidak cacat


Penebaran ikan ke kolam pembesaran perlu dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih tersebut cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Padat penebaran benih pada kolam untuk pembesaran adalah 20-25 ekor/m2.

  1. Pengelolaan pakan
Satu hari setelah ditebarkan ke kolam pembesaran , benih ikan diberi pakan. Ikan bawal bisa diberi pakan buatan. Pemberian pakan dilakukan dengan cara ditebarkan meerata pada permukaan kolam. Frekwensi pemberian pakan 2-3 kali sehari. Jumlah pakan yang diberikan dibatasi maksimal 3 % dari prakiraan berat total ikan.
Pakan lain yang diberikan dalam pembesaran ikan adalah daun-daunan. Pakan ini mulai diberikan pada hari ke 10 sejak penebaran. Jenis daun-daunan untuk pakan ikan bawal adalah daun pepaya, daun talas, daun kol, daun sawi dll. Pakan ini bisa diberikan setiap hari atau 2-3 hari sekali. Daun dan tangkai yang tidak dimakan ikan segera diambil dan dibuang bersamaan dengan pemberian pakan sejenis pada hari berikutnya.

  1. Pengamatan kesehatan dan pertumbuhan
Pengamatan pertumbuhan ikan dilakukan setiap bulan sekali. Pengamatan ini dilakukan untuk menentukan persentase(jumlah) pakan buatan yang harus diberikan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan ikan sekaligus memeriksa gejala-gejala yang menunjukan kelainan kondisi ikan dari keadaan normal dan sehat. Jika hasil pemeriksaan menunjukan adanya gejala penyimpangan maka segera dilakukan pemeriksaan kualitas air.

No comments:

Post a Comment