TEKNIK
PEMBESARAN IKAN BAWAL
Disusun Oleh :
Barnas
Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019
TEKNIK PEMBESARAN IKAN BAWAL
Ikan bawal diintroduksi ke Indonesia oleh PT. Cipta Mina Sentosa, Jakarta pada tahun 1986. Pada
mulanya, ikan bawal dikenal masyarakat sebagai ikan hias dan diperdagangkan di
pasar-pasar tradisional ataupun pusat-pusat penjualan ikan hias.
Ikan bawal berasal dari Amerika Selatan. Ikan ini hidup dan berkembang di
Venezuela, Colombia, Peru, Ekuador, Brasil dan Argentina terutama di lembah
sungai orinoco dan Amazone sampai daerah aliran sungai Rio De La Plata.
Dalam klasifikasi, ikan bawal termasuk dalam keluarga kelas Ostrichthyes,
ordo Characiformis, famili Characidae dan genus Colossoma. Warna tubuh abu-abu
tua. Bentuk tubuh tegak agak bulat,sisik berwarna perak dan pada kedua sisi
tubuhnya terdapat bercak hitam. Tubuh bagian ventral dan sekitar sirip dada
pada ikan bawal muda berwarna merah. Warna ini akan memudar sejalan dengan
pertambahan umur dan perkembangan fisik. Ikan ini mempunyai bibir bawah
menonjol dan memiliki gigi-gigi besar serta tajam.
Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain :
-
a. Pertumbuhannya cukup cepat
- Nafsu makan tinggi serta
termasuk pemakan segala (omnivora) yang condong lebih banyak makan dedaunan
- Ketahanan
yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
b. Rasa dagingnya cukup enak
Langkah-langkah Pembesaran Ikan Bawal
- Persiapan kolam
-
tanah dikeringkan selama beberapa hari
-
kolam diberi kapur sebanyak 2 kg/100m2
-
diberi pupuk kandang sebanyak 40 kg/100
m2
- Pengairan
Kolam diisi air sedalam 10 cm. kolam dibiarkan tergenang air selama 3-5
hari. Kemudian
kolam diisi air lagi hingga kedalaman 50 cm dan dibiarkan lagi selama 1-2 hari.
- Seleksi dan Penebaran
benih
Benih ikan
bawal ditebarkan pada hari ke 5 hingga ke 7 sejak pengairan (pengisian)
pertama. Waktu penebaran yang paling baik adalah pada pagi hari saat suhu air
masih rendah. Benih ikan yang ditebarkan harus sehat dan seragam.
Adapun ciri benih yang baik adalah :
-
sehat
-
anggota tubuh lengkap
-
aktif bergerak
-
ukuran seragam
-
tidak cacat
Penebaran ikan
ke kolam pembesaran perlu dilakukan aklimatisasi terlebih dahulu agar benih
tersebut cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru.
Padat penebaran benih pada kolam untuk pembesaran adalah 20-25 ekor/m2.
- Pengelolaan pakan
Satu hari
setelah ditebarkan ke kolam pembesaran , benih ikan diberi pakan. Ikan bawal
bisa diberi pakan buatan. Pemberian pakan dilakukan dengan cara
ditebarkan meerata pada permukaan kolam. Frekwensi pemberian pakan 2-3 kali
sehari. Jumlah pakan yang diberikan dibatasi maksimal 3 % dari prakiraan berat
total ikan.
Pakan lain yang diberikan dalam pembesaran ikan adalah daun-daunan. Pakan
ini mulai diberikan pada hari ke 10 sejak penebaran. Jenis daun-daunan untuk
pakan ikan bawal adalah daun pepaya, daun talas, daun kol, daun sawi dll. Pakan
ini bisa diberikan setiap hari atau 2-3 hari sekali. Daun dan tangkai yang
tidak dimakan ikan segera diambil dan dibuang bersamaan dengan pemberian pakan
sejenis pada hari berikutnya.
- Pengamatan kesehatan
dan pertumbuhan
Pengamatan
pertumbuhan ikan dilakukan setiap bulan sekali. Pengamatan ini dilakukan untuk
menentukan persentase(jumlah) pakan buatan yang harus diberikan sesuai dengan
perkembangan dan pertumbuhan ikan sekaligus memeriksa gejala-gejala yang
menunjukan kelainan kondisi ikan dari keadaan normal dan sehat. Jika hasil
pemeriksaan menunjukan adanya gejala penyimpangan maka segera dilakukan
pemeriksaan kualitas air.

No comments:
Post a Comment