TEKNIK PEMBENIHAN IKAN TAWES
Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda
DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN
2019
PEMBENIHAN IKAN TAWES
Ikan tawes
merupakan salah satu ikan air tawar yang mempunyai nilai ekonomis. Namun salah
satu kendala yang dihadapi adalah langkanya bibit sehingga para pembudidaya
ikan perlu dibekali pengetahuan tentang pembenihan ikan tawes.
Adapun
langkah-langkah dalam usaha pembenihan ikan tawes adalah sebagai berikut :
a.
Pemilihan Induk
Persyaratan utama untuk
memijahkan tawes adalah induk ikan yang akan dipijahkan harus telah matang
gonad.
Ciri-ciri induk yang
matang gonad adalah :
Induk jantan :
-
umur 10 bulan atau lebih
-
bagian perut jika diurut mengeluarkan
cairan putih
-
bagian perut langsing
-
tingkah laku gesit
Induk betina :
-
berumur minimal 14 bulan
-
bagian perut jika diurut mengeluarkan
cairan kehitaman
-
bagian perut membengkak, jika diraba
terasa kasar
-
tingkah laku agak lambat
b.
Persiapan Kolam
Kolam pemijahan yang
digunakan berukuran 200 m2 dengan sirkulasi air yang lancar. Dasar kolam tidak boleh berlumpur atau
retak-retak karena telur ikan akan mati tertutup lumpur atau masuk ke dalam
rongga tanah. Pematang yang bocor diperbaiki dan lumpur yang menutupi
kamalir diangkat.
Kolam sebelum
digunakan harus dikeringkan selama 2-3 hari. Selanjutnya air dialirkan ke dalam
kolam sehingga mencapai ketinggian 40 cm di pintu pemasukan air dan 70 cm di
pintu pembuangan
c.
Pemasukan Induk
Induk yang telah tersedia
kemudian dimaskan ke dalam kolam pada pagi hari, pada sore hari sekitar pukul
16.00 debit air yang masuk ke kolam diperbesar untuk merangsang ikan tawes yang
akan memijah. Bertambahnya debit air yang masuk ke kolam maka air yang keluar
di saluran pembuangan diusahakan tetap tenang dan tidak menimbulkan suara
gemericik
d.
Jalannya Pemijahan
Pemijahan tawes biasanya
terjadi sekitar pukul 19.00 sampai 20.00, namun kadang-kadang pemijahan baru
usai setelah menjelang pukul 05.00. Saat induk melakukan pemijahan, akan
terdengar suara dengungan seperti suara kumbang.
e.
Pemeliharaan Larva
Keesokan harinya bila
diantara telur-telur yang dikeluarkan ada yang menggerombol, harus dilakukan
pemisahan pada telur tersebut, misalnya dengan memasukan sapu lidi ke dalam
kolam dan mengayun-ayunkan secara perlahan. Telur yang mula-mula 1 mm, setelah
beberapa saat terendam air diameternya akan menjadi 2-3 mm. Setelah induk tawes
memijah, biarkan mereka tetap berada di dalam kolam tersebut hingga telurnya
menetas menjadi larva (burayak). Telur tawes akan menetas dalam waktu yang
relatif singkat yaitu 13 jam pada suhu 240C sampai 320C.
Seluruh telur akan menetas setelah 2 sampai 3 hari. Singkatnya waktu penetasan
ini antara lain disebabkan oleh tipisnya dinding telur.
Induk tawes yang telah
melakukan pemijahan perlu mendapatkan makanan tambahan untuk mengganti energi
yang cukup banyak dikeluarkan saat pemijahan. Makanan tambahan tersebut dapat
berupa dedak halus yang dicampur air yang diberikan dua kali sehari ( pagi dan
sore ), atau daun pepaya dan dedaunan yang lunak lainnya. Daun-daunan tersebut
cukup diberikan satu kali dalam satu minggu.
Setelah
benih berumur 7 hari, dapat diberi makanan berupa dedak halus kering yang
ditebarkan di sekitar permukaan air kolam. Larva sudah dapat dipanen setelah
berumur antara 20 sampai 30 hari. Dari satu pasang induk dapat dihasilkan benih
sebanyak 10.000 sampai 20.000 ekor.




