Saturday, December 28, 2019


PENGOLAHAN NATA RUMPUT LAUT




PENDAHULUAN
Produk nata yang lebih dulu populer di masyarakat adalah nata de coco yang berbahan air kelapa. Produk nata juga dapat dibuat  dari  ekstrak  buah-buahan  dan  rumput  laut. Pengolahan nata rumput laut merupakan salah satu teknologi pengolahan pasca panen perikanan yang telah dikembangkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan rumput laut yang selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah. Alur proses pengolahan produk nata rumput laut dimulai proses ekstrasi, pengaturan kondisi dengan menggunakan jenis Eucheuma cottonii sebagai media pertumbuhan digunakan starter pembentuk nata (Acetobacter xylinum), fermentasi, permanen sampai pengemasan.












Gambar Nata rumput laut

BAHAN-BAHAN
1.    Rumput laut kering (E. cottonii)kadar air 32% sebanyak 200 gram
2.    Starter Acetobacter xylinum
3.    Bahan tambahan: Asam cuka 0,75%; Ammonium sulfat 0,50%; Gula pasir 10%
4.    Bahan untuk penyajian: Gula pasir 15%;  Asam sitrat 0,07%; Atau sirup beraroma buah-buahan sesuai selera

ALAT-ALAT
1.    Kompor
2.    Saringan
3.    Ph meter
4.    Wadah plastik
5.    Panci/dandang
6.    Sodet
7.    Pisau
8.    Baskom
9.    Talenan

MENGOLAH NATA RUMPUT LAUT
1.    Menyiapkan bahan baku:
o  Rumput laut kering (kadar air 32%) direndam dengan air dingin selama 48 jam
o  Lakukan penggantian air perendaman setiap 24 jam
o  Perendaman dianggap cukup jika thallus rumput laut sudah mengembang, lunak dan dapat dipotong dengan jari tangan
2.    Ekstrasi Rumput Laut:
o  Rumput laut basah (200 gram) diblender dengan kecepatan sedang, kemudian dilanjutkan dengan kecepatan tinggi hingga benar-benar halus
o  Rebus dalam air mendidih (8000 ml) selama 1 - 2 jam dengan api kecil
o  Lakukan penyaringan, sehingga dihasilkan filtrat.
3.    Pengaturan kondisi:
o  Kondisi keasaman filtrat diatur agar mendapat pH 3 -4  dengan  menambahkan  asam  cuka  0,75%,  lalu ditambah  dengan  gula  10%  dan  ammonium  sulfat 0,5% dari volume filtrate
4.    Fermentasi:
o  Filtrat segera dimasukan kedalam wadah plastik atau botol bermulut lebar
o  Inokulasi dengan starter Acetobacter xylinum
o  Lakukan fermentasi selama 2 - 3 minggu.
5.    Pemanenan:
o  Nata  yang  sudah  terbentuk  diangkat,  dicuci  bersih dan direbus untuk menghilangkan asam
o  Potong-potong kecil dengan bentuk dadu ukuran 1,5 cm
o  Rendam  dalam  larutan  gula  (15%  gula  pasir  dan 0,07% asam sitrat).
6.    Pengemasan:
o  Produk nata kemudian dikemas dalam plastic
o  Sebaiknya produk disimpan pada suhu chilling.



MENGEMAS NATA RUMPUT LAUT
a.    Dadu nata yang telah dimasak dimasukkan ke dalam cup dengan menggunakan alat penakar.
b.    Masukkan  sirup  yang  telah  dimasak  ke  dalam  cup dengan menggunakan alat penakar.
c.     Cup yang berisi campuran sirup dan nata diletakkan dalam mesin penutup (cup sealer)
d.    Cup dibiarkan dingin
e.    Cup diperiksa secara manual untuk memastikan tidak ada kebocoran dan bebas dari kotoran
f.     Kemas dalam karton dan disimpan pada suhu ruang di dalam gudang dan siap dipasarkan.


SUMBER:
http//pusdik.kkp.go.id/
PusdikKP, 2012. Modul Teaching Factory “Pengolahan Rumput Laut”. Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Jakarta.



Penyusun: Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin 2019


Dinas Perikanan 
Kabupaten Banyuasin
2019


No comments:

Post a Comment