Cara Ternak Lele Organik
Ternak ikan lele sudah ada dimana-mana karena
memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab
harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding
dengan hasil panen dan jerih payahnya.
Akan
tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab
memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan
sendiri dari kotoran hewan ternak seperti ayam dan kambing.
Manfaat ternak lele
organik:
- Kandang ternak menjadi lebih bersih
- Hemat biaya perawatan
- Air kolam tidak berbau busuk
- Tidak perlu mengganti air kolam
- Lele organik mempunyai rasa yang
lebih gurih
- Memberi pendapatan tersendiri bagi
peternak sapi/kambing/ayam disekitar
- Bobot ikan lele lebih berat dan
harga jualnya lebih tinggi
- Lebih aman untuk kesehatan
- Nilai gizinya lebih tinggi dan
kolesterolnya lebih rendah
- Air bekas ternak lele organik
sangat baik untuk memupuk tanaman.
Ternak ikan lele
organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan
lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini
sudah di atas Rp.8.000. Sedangkan membuat sendiri pakan lele organik, hanya
perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram.
Cara ternak lele
organik: Tahap pertama
- Penebaran benih kedalam kolam yang
sudah berisi air (tahap awal, kedalaman air tak lebih dari 30cm) yang
sudah dikondisikan cukup untuk pesediaan pakan selama 29 hari berupa
plankton
- Sarana pembuatan plankton dengan
bahan dasar kotoran ternak dan ampas tahu atau sayur limbah yang sudah
difermentasi dengan SOC HCS, selama 24 jam, kemudian dimasukkan dalam
karung goni yang tertutup rapat sebanyak 6 karung, Kemudian 6 karung tadi
dimasukkan dalam air, untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan
alami ikan
- Sesudah 15 hari dalam kolam, maka
air kolam sudah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan
alami sampai 29 hari
Tahap kedua
Sesudah 15 hari, maka
kolam sudah siap ditaburi benih. Lakukan beberapa hal untuk proses penebaran
benih sebelum masuk ke air kolam, adalah sebagai berikut:
- Siapkan air secukupnya dalam 3
ember/timba
- Ember/Timba yang pertama, larutkan
formalin atau alcohol 20%
- Ember/Timba yang kedua, larutkan
SOC dengan dosis 1cc SOC : 2 ltr air
- Ember/Timba yang ketiga, isilah
dengan air kolam yang akan diisi benih
- Siapkan benih yang akan ditebar,
angkat dari air dengan saringan ikan
- Secepatnya celupkan ke dalam air
larutan formalin/alcohol 20%
- Kemudian celupkan pada ember ke 2
dengan larutan SOC HCS, kemudian angkat
- Masukkan ke dalam ember ke tiga
yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa
menyesuaikan diri dengan suhu air kolam
- Masukkan perlahan ke dalam kolam
pembesaran
- Anda tak perlu memberi makanan
apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS pada minggu ke-2 dan
ke-4
- Sesudah umur 29 hari, angkat ke
enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air
ditambah sekitar 20 cm.
Tahap ketiga
- Pemberian pelet buatan dari kotoran
ternak, ampas tahu, bekatul, dedaunan dan difermentasi dengan SOC HCS
selama 24 jam untuk pelet apung.
- Pemberian pelet buatan ini bisa
dilakukan sampai panen.
Tahap ke empat
Lele
organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama
halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.
Cara membuat pakan lele
organic
Kumpulkan
limbah kotoran ternak ke dalam bak yang dicampur air beserta bactery starter
SOC HCS untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak. Selang sehari
kemudian, dengan proses fermentasi, kotoran ternak yang sudah ditambah dengan
beberapa bahan untuk menjamin cukupnya asupan gizi pada Ikan.
OLEH;
BARNAS SUSANTO Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019

No comments:
Post a Comment