PENGOLAHAN NATA RUMPUT LAUT
PENDAHULUAN
Produk
nata yang lebih dulu populer di masyarakat adalah nata de coco yang berbahan
air kelapa. Produk nata juga dapat dibuat
dari ekstrak buah-buahan
dan rumput laut. Pengolahan nata rumput laut merupakan salah satu teknologi pengolahan pasca panen perikanan yang
telah dikembangkan sebagai salah satu alternatif pemanfaatan rumput laut yang
selama ini lebih banyak diekspor dalam bentuk mentah. Alur proses pengolahan produk nata rumput laut dimulai proses ekstrasi, pengaturan kondisi dengan menggunakan jenis Eucheuma cottonii sebagai media pertumbuhan
digunakan starter pembentuk nata (Acetobacter xylinum), fermentasi,
permanen sampai pengemasan.
Gambar Nata rumput laut
BAHAN-BAHAN
1.
Rumput laut kering (E. cottonii)kadar air 32% sebanyak 200 gram
2.
Starter Acetobacter xylinum
3.
Bahan tambahan: Asam cuka 0,75%;
Ammonium sulfat 0,50%; Gula pasir 10%
4.
Bahan untuk penyajian: Gula pasir 15%;
Asam sitrat 0,07%; Atau sirup
beraroma buah-buahan sesuai selera
ALAT-ALAT
1.
Kompor
2.
Saringan
3.
Ph meter
4.
Wadah plastik
5.
Panci/dandang
6.
Sodet
7.
Pisau
8.
Baskom
9.
Talenan
MENGOLAH NATA RUMPUT LAUT
1.
Menyiapkan bahan baku:
o Rumput
laut kering (kadar air 32%) direndam dengan air dingin selama 48 jam
o Lakukan
penggantian air perendaman setiap 24 jam
o Perendaman
dianggap cukup jika thallus rumput laut sudah mengembang, lunak dan dapat
dipotong dengan jari tangan
2. Ekstrasi
Rumput Laut:
o Rumput
laut basah (200 gram) diblender dengan kecepatan sedang, kemudian dilanjutkan
dengan kecepatan tinggi hingga benar-benar halus
o Rebus
dalam air mendidih (8000 ml) selama 1 - 2 jam dengan api kecil
o Lakukan
penyaringan, sehingga dihasilkan filtrat.
3.
Pengaturan kondisi:
o Kondisi
keasaman filtrat diatur agar mendapat pH 3 -4
dengan menambahkan asam
cuka 0,75%, lalu ditambah
dengan gula 10%
dan ammonium sulfat 0,5% dari volume filtrate
4.
Fermentasi:
o Filtrat
segera dimasukan kedalam wadah plastik atau botol bermulut lebar
o Inokulasi
dengan starter Acetobacter xylinum
o Lakukan
fermentasi selama 2 - 3 minggu.
5. Pemanenan:
o Nata
yang sudah terbentuk
diangkat, dicuci bersih
dan direbus untuk menghilangkan asam
o Potong-potong
kecil dengan bentuk dadu ukuran 1,5 cm
o Rendam
dalam larutan gula (15%
gula pasir dan
0,07% asam sitrat).
6. Pengemasan:
o Produk
nata kemudian dikemas dalam plastic
o Sebaiknya
produk disimpan pada suhu chilling.
MENGEMAS NATA RUMPUT LAUT
a. Dadu nata yang telah dimasak
dimasukkan ke dalam
cup dengan menggunakan alat penakar.
b. Masukkan
sirup
yang telah dimasak
ke dalam cup
dengan menggunakan alat penakar.
c. Cup
yang berisi campuran sirup dan nata diletakkan dalam mesin penutup (cup sealer)
d. Cup
dibiarkan dingin
e. Cup
diperiksa secara manual untuk memastikan tidak ada kebocoran dan bebas dari
kotoran
f. Kemas
dalam karton dan disimpan pada suhu ruang di dalam gudang dan siap dipasarkan.
SUMBER:
http//pusdik.kkp.go.id/
PusdikKP, 2012. Modul Teaching Factory “Pengolahan Rumput Laut”.
Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Kelautan dan Perikanan, Jakarta.
Penyusun: Barnas Susanto Z,
S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin 2019
Dinas Perikanan
Kabupaten Banyuasin
2019


