Ternak Ikan Nila Di Kolam
Terpal
Ikan
nila merupakan salah satu ikan air tawar yang paling banyak di
budidayakan. Ikan jenis ini bisa di budidayakan di berbagai habitat seperti di
air tawar, payau, dan laut. Karena nila toleran pada salinitas yang luas. Kini,
nila bisa juga di budidayakan di kolam terpal yang merupakan salah satu inovasi
pengembangan kolam tadah hujan, dan pemanfaatan lahan kritis dan sempit.
Cara ternak ikan nila
di kolam terpal
- Sumber air untuk mengisi kolam
terpal
Sumber
air bisa memakai air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain
yang layak dipakai. Lebih ideal bila jika kolam terpal mendapat pasokan dari
sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.
- Ketinggian lokasi
Ketinggian
lokasi perlu diperhatikan karena terkait dengan suhu air. Untuk budidaya ikan
nila, ketinggian yang cocok adaiah 0-500 m dpl.
- Ukuran ikan
Ukuran
yang akan dipelihara perlu dipertimbangkan karena terkait dengan kedalaman air
di dalam kolam. Seperti, benih nila cocok dipelihara pada kedalaman air
40-50 cm. Untuk menampung air sedalam 40 cm, cukup dibuat kolam dengan
ketinggian atau kedalaman sekitar 60 cm. Untuk usaha pembesaran yang memakai
benih ukuran 20-30 g/ekor, dibutuhkan kedalaman air berkisar 80-100 cm. Untuk
menampung air sedalam 100 cm, dibutuhkan kolam dengan ketinggian atau kedalaman
sekitar 120 cm.
- Dasar tanah dan kerangka yang
dipakai
Dasar
tanah untuk peletakan kolam terpal harus rata, begitu pula dengan kerangka yang
dipakai hendaknya tidak berbahan tajam karena bisa membuat terpal sobek. Bila
tanah tidak rata, sebaiknya diberi lapisan dan pelepah batang pisang atau sekam
padi. Selain berfungsi meratakan tanah, kedua bahan ini bisa menstabilisasi
suhu.
- Peralatan Pendukung
Dalam
pengelolaan kualitas air di kolam terpal, dibutuhkan beberapa peralatan, baik
untuk menjaga ketersediaan air maupun untuk memelihara kualitas air. Beberapa
peralatan yg perlu disediakan adalah Aerator atau blower yg hanya
dibutuhkan sewaktu-waktu untuk meningkatkan kandungan oksigen, Pompa, selang
atau pipa yang dipakai untuk mengalirkan air dari sumber air ke kolam terpal
ataupun untuk membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon
Jenis kolam terpal
Berdasarkan
bahan dan cara membuatnya, terutama dinding atau kerangka kolam maka dikenal
adanya beberapa jenis kolam terpal, antara lain:
- Kolam terpal dengan kerangka bambu,
kayu, pipa ledeng, atau besi.
- Kolam terpal dengan dinding batako
atau batu bata.
- Kolam terpal dengan dinding tanah.
- Kolam beton atau kolam tanah
berlapis terpal.
Keunggulan kolam terpal
Keunggulan
dari kolam terpal adalah bisa diterapkan (dibangun) di berbagai tempat, tidak
harus di lahan yang ideal sebagaimana pembangunan kolam konvensional. Kolam
terpal juga mudah dibersihkan dan dipindahkan. Membudidayakan ikan
dikolam terpal, padat penebarannya bisa ditingkatkan, sintasan atau
kelangsungan hidup (survival rate) lebih tinggi, pertumbuhan ikan bisa dipacu,
dan ikan hasil panen tidak berbau lumpur. Selain itu itu, pembuatan dan
pemeliharaan ikan di kolam terpal juga lebih mudah (secara teknis) dan lebih
murah (secara finansial). Karena keunggulan itulah maka budidaya ikan di
kolam terpal ini berkembang pesat, termasuk untuk pemeliharaan ikan nila.
Keunggulan kolam terpal ini merupakan salah satu
peluang yang baik bagi pengembangan budidaya nila. Kolam terpal bisa diterapkan
untuk pembenihan nila, pendederan, dan pembesaran untuk menghasilkan
nila konsumsi dan induk.
OLEH;
BARNAS SUSANTO Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019

No comments:
Post a Comment