TEKNIK PEMBESARAN
IKAN BAWAL
Ikan bawal diintroduksi ke Indonesia oleh PT. Cipta Mina
Sentosa, Jakarta pada tahun 1986. Pada mulanya, ikan bawal dikenal masyarakat
sebagai ikan hias dan diperdagangkan di pasar-pasar tradisional ataupun
pusat-pusat penjualan ikan hias.
Ikan bawal berasal dari Amerika Selatan. Ikan ini hidup
dan berkembang di Venezuela, Colombia, Peru, Ekuador, Brasil dan Argentina
terutama di lembah sungai orinoco dan Amazone sampai daerah aliran sungai Rio
De La Plata.
Dalam klasifikasi, ikan bawal termasuk dalam keluarga
kelas Ostrichthyes, ordo Characiformis, famili Characidae dan genus Colossoma.
Warna tubuh abu-abu tua. Bentuk tubuh tegak agak bulat,sisik berwarna perak dan
pada kedua sisi tubuhnya terdapat bercak hitam. Tubuh bagian ventral dan
sekitar sirip dada pada ikan bawal muda berwarna merah. Warna ini akan memudar
sejalan dengan pertambahan umur dan perkembangan fisik. Ikan ini mempunyai
bibir bawah menonjol dan memiliki gigi-gigi besar serta tajam.
Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan, antara lain :
-
a.
Pertumbuhannya cukup cepat
- Nafsu
makan tinggi serta termasuk pemakan segala (omnivora) yang condong lebih banyak
makan dedaunan
- Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang
kurang baik
b.
Rasa dagingnya cukup
enak
Langkah-langkah
Pembesaran Ikan Bawal
- Persiapan
kolam
-
tanah dikeringkan
selama beberapa hari
-
kolam
diberi kapur sebanyak 2 kg/100m2
-
diberi
pupuk kandang sebanyak 40 kg/100 m2
- Pengairan
Kolam diisi air sedalam 10 cm. kolam dibiarkan tergenang
air selama 3-5 hari. Kemudian kolam diisi
air lagi hingga kedalaman 50 cm dan dibiarkan lagi selama 1-2 hari.
- Seleksi
dan Penebaran benih
Benih ikan bawal ditebarkan pada hari ke 5 hingga ke
7 sejak pengairan (pengisian) pertama. Waktu penebaran yang paling baik adalah
pada pagi hari saat suhu air masih rendah. Benih ikan yang ditebarkan harus sehat dan seragam.
Adapun ciri benih yang baik adalah :
-
sehat
-
anggota tubuh lengkap
-
aktif bergerak
-
ukuran seragam
-
tidak cacat
Penebaran ikan ke kolam pembesaran perlu dilakukan
aklimatisasi terlebih dahulu agar benih tersebut cepat menyesuaikan diri dengan
lingkungan yang baru.
Padat penebaran benih pada kolam untuk pembesaran adalah
20-25 ekor/m2.
- Pengelolaan
pakan
Satu hari setelah ditebarkan ke kolam pembesaran ,
benih ikan diberi pakan. Ikan bawal bisa diberi pakan buatan. Pemberian pakan dilakukan dengan cara ditebarkan meerata
pada permukaan kolam. Frekwensi pemberian pakan 2-3 kali sehari. Jumlah pakan
yang diberikan dibatasi maksimal 3 % dari prakiraan berat total ikan.
Pakan lain yang diberikan dalam pembesaran ikan adalah
daun-daunan. Pakan ini mulai diberikan pada hari ke 10 sejak penebaran. Jenis
daun-daunan untuk pakan ikan bawal adalah daun pepaya, daun talas, daun kol,
daun sawi dll. Pakan ini bisa diberikan setiap hari atau 2-3 hari sekali. Daun
dan tangkai yang tidak dimakan ikan segera diambil dan dibuang bersamaan dengan
pemberian pakan sejenis pada hari berikutnya.
- Pengamatan
kesehatan dan pertumbuhan
Pengamatan pertumbuhan ikan dilakukan setiap bulan
sekali. Pengamatan ini dilakukan untuk menentukan persentase(jumlah) pakan
buatan yang harus diberikan sesuai dengan perkembangan dan pertumbuhan ikan
sekaligus memeriksa gejala-gejala yang menunjukan kelainan kondisi ikan dari
keadaan normal dan sehat. Jika hasil pemeriksaan menunjukan adanya gejala
penyimpangan maka segera dilakukan pemeriksaan kualitas air.
OLEH;
BARNAS SUSANTO Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Kecamatan Rambutan
Kabupaten Banyuasin
DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019

No comments:
Post a Comment