Tuesday, June 25, 2019



ABON IKAN MAS








PENDAHULUAN

Abon merupakan jenis produk siap makan yang berasal dari olahan daging yang berbentuk kering, lembut dan ringan, serta memiliki rasa enak, bau dan citarasa yang khas, selain itu produk ini mempunyai daya awet yang relative lama. Kini abon juga bisa dibuat dari daging ikan, karena rasanya yang gurih dengan aroma yang khas, abon ikan banyak digemari oleh masyarakat.
Pada dasarnya semua ikan dapat diolah menjadi abon, tetapi sebaiknya ikan berlemak rendah dan harus benar-benar segar, salah satu nya yaitu ikan ikan mas. Prinsip pengolahan abon ikan adalah pengukusan daging ikan, pelumatan menjadi serat halus, pencampuran dengan bumbu dan penyangraian sampai diperoleh abon yang kering.
Mutu abon ikan dipengaruhi dari mutu bahan mentah, cara pengolahan dan nilai gizi yang terkandung dalam abon. Mutu abon ikan yang baik yaitu mengandung kadar air yang rendah, kadar lemak dan protein yang tinggi serta tahan penyimpanan selama 6 bulan.
            Adapun alat, bahan dan cara pembuatan abon ikan adalah sebagai berikut:

ALAT YANG DIGUNAKAN



1.
Pisau
6.
Lap bersih
2.
Telenan
7.
Sendok
3.
Baskom
8.
Gunting
4.
Dandang
9.
Perangkat wajan
5.
Blender atau cobek
10.
Timbangan



BAHAN YANG DIGUNAKAN

I.      Bahan
1.
Ikan mas
 10 kg
2.
Bawang merah
150 gram (20 siung)
3.
Bawang putih
100 gram (12 siung)
4.
Cabe merah / cabe rawit
Sesuai selera
5.
Ketumbar
10 gram (3 sdm)
6.
Lengkuas
5 cm
7.
Kunyit
5 cm
8.
Minyak untuk menumis
Secukupnya
9.
Asam jawa
2 sdm
10.
Daun salam
10 lembar
11.
Gula merah
2 sdm
12.
Gula pasir
700 gram
13.
Garam
secukupnya
14.
Santal kental
5 gelas
15.
Batang sereh
3 batang
16.
Jahe
5 cm


PROSES PENGOLAHAN

Proses pengolahan Abon ikan mas adalah:
1.    Pilih ikan mas yang masih segar dan ukuran yang besar, siangi (buang isi perut dan bagian insang), kemudian cuci hingga bersih.
2.     Panaskan dandang yang sudah berisi air, dan biarkan mendidih, setelah mendidih masukkan ikan mas dan kukus selama 20 menit atau hingga matang. Setelah itu didinginkan.
3.  Pisahkan daging ikan mas dari kulit dan tulang. Lalu dipres dengan alat pengepres untuk mengurangi kadar air. Kemudian dicabik-cabik dengan menggunakan garpu sehingga diperoleh serat halus, atau untuk memperoleh serat yang lebih seragam daging bisa diparut dengan parutan kelapa.
4.    Buat bumbu halus dengan cara menumbuk semua bumbu kecuali daun salam dan batang sereh cukup dimemarkan.
5.      Tumis bumbu halus hingga harum, tambahkan daun salam dan daun sereh, kemudian masukkan santan kental, panaskan terus sambil diaduk-aduk hingga santan tinggal setengah.
6.     Masukkan daging ikan yang sudah berupa serat, sambil terus diaduk aduk hingga tercampur rata.
7.      Pengadukan di atas api kecil diteruskan sampai diperoleh abon yang kering yang ditandai dengan warna coklat keemasan dan daun salam yang berbunyi renyah bila diremas.
8.      Bila minyak dirasa masih banyak bisa diperas atau dipres dengan alat peniris abon.
9.      Tiriskan dan angin-anginkan abon hingga dingin.
10.  Kemas dalam kantong plastik dan diseal hingga rapat.




DAFTAR PUSTAKA


Anonymous.  2006. Cara Membuat Abon Ikan. Bahan Kuliah Pengolahan Pangan Tradisional. IPB. Bogor


OLEH;
BARNAS SUSANTO Z, S.St.Pi






DINAS PERIKANAN
KABUPATEN BANYUASIN
2019





Wednesday, June 19, 2019


Cara Ternak Lele Organik


Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda

DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN

2019

Cara Ternak Lele Organik






 Ternak ikan lele sudah ada dimana-mana karena memang banyak sekali peminatnya, namun tidak sedikit yang gulung tikar sebab harga pakan lele terus melambung. Harga pakan lele yang mahal tak sebanding dengan hasil panen dan jerih payahnya.
Akan tetapi bagi peternak lele organik, mahalnya harga pakan tidak jadi soal. Sebab memang mereka tidak menggunakan pakan yang mahal itu, tapi membuat pakan sendiri dari kotoran hewan ternak seperti ayam dan kambing.
Manfaat ternak lele organik:
  • Kandang ternak menjadi lebih bersih
  • Hemat biaya perawatan
  • Air kolam tidak berbau busuk
  • Tidak perlu mengganti air kolam
  • Lele organik mempunyai rasa yang lebih gurih
  • Memberi pendapatan tersendiri bagi peternak sapi/kambing/ayam disekitar
  • Bobot ikan lele lebih berat dan harga jualnya lebih tinggi
  • Lebih aman untuk kesehatan
  • Nilai gizinya lebih tinggi dan kolesterolnya lebih rendah
  • Air bekas ternak lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman.
Ternak ikan lele organik sangat hemat biaya, sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pelet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp.8.000. Sedangkan membuat sendiri pakan lele organik, hanya perlu biaya kisaran Rp.2.000 per kilogram.
Cara ternak lele organik: Tahap pertama
  • Penebaran benih kedalam kolam yang sudah berisi air (tahap awal, kedalaman air tak lebih dari 30cm) yang sudah dikondisikan cukup untuk pesediaan pakan selama 29 hari berupa plankton
  • Sarana pembuatan plankton dengan bahan dasar kotoran ternak dan ampas tahu atau sayur limbah yang sudah difermentasi dengan SOC HCS, selama 24 jam, kemudian dimasukkan dalam karung goni yang tertutup rapat sebanyak 6 karung, Kemudian 6 karung tadi dimasukkan dalam air, untuk memicu pertumbuhan plankton sebagai makanan alami ikan
  • Sesudah 15 hari dalam kolam, maka air kolam sudah dipenuhi oleh plankton yang cukup untuk persediaan pakan alami sampai 29 hari
Tahap kedua
Sesudah 15 hari, maka kolam sudah siap ditaburi benih. Lakukan beberapa hal untuk proses penebaran benih sebelum masuk ke air kolam, adalah sebagai berikut:
  • Siapkan air secukupnya dalam 3 ember/timba
  • Ember/Timba yang pertama, larutkan formalin atau alcohol 20%
  • Ember/Timba yang kedua, larutkan SOC dengan dosis 1cc SOC : 2 ltr air
  • Ember/Timba yang ketiga, isilah dengan air kolam yang akan diisi benih
  • Siapkan benih yang akan ditebar, angkat dari air dengan saringan ikan
  • Secepatnya celupkan ke dalam air larutan formalin/alcohol 20%
  • Kemudian celupkan pada ember ke 2 dengan larutan SOC HCS, kemudian angkat
  • Masukkan ke dalam ember ke tiga yang berisi air kolam dengan tujuan agar benih secepatnya bisa menyesuaikan diri dengan suhu air kolam
  • Masukkan perlahan ke dalam kolam pembesaran
  • Anda tak perlu memberi makanan apapun sampai 29 hari, kecuali menaburkan SOC HCS pada minggu ke-2 dan ke-4
  • Sesudah umur 29 hari, angkat ke enam karung tersebut dan ganti dengan yang baru, dan kedalaman air ditambah sekitar 20 cm.
Tahap ketiga
  • Pemberian pelet buatan dari kotoran ternak, ampas tahu, bekatul, dedaunan dan difermentasi dengan SOC HCS selama 24 jam untuk pelet apung.
  • Pemberian pelet buatan ini bisa dilakukan sampai panen.
Tahap ke empat
Lele organik siap dipanen pada minggu kedelapan. Cara pemanenan lele organik sama halnya dengan pemanenan lele biasa alias tidak ada perlakuan khusus.
Cara membuat pakan lele organic
Kumpulkan limbah kotoran ternak ke dalam bak yang dicampur air beserta bactery starter SOC HCS untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak. Selang sehari kemudian, dengan proses fermentasi, kotoran ternak yang sudah ditambah dengan beberapa bahan untuk menjamin cukupnya asupan gizi pada Ikan.



Tuesday, June 11, 2019


Mengenal Dasar Budidaya Ikan Patin


Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda

DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN

2019
Mengenal Dasar Budidaya Ikan Patin






Ikan patin adalah salah satu ikan air tawar yang mempunyai peluang ekonomi untuk diternakkan. Ternak ikan patin masih perlu diperluas lagi, karena pemenuhan atas permintaan ikan patin masih sangat kurang. Ikan patin seperti halnya ikan lele tidak mempunyai sisik dan mempunyai semacam duri yang tajam di bagian siripnya keduanya tergolong dalam kelompok catfish. Ada yang menyebut ikan patin dengan Lele Bangkok. Di beberapa daerah ikan patin mempunyai nama yang berbed antara lain ikan Jambal, ikan Juara, Lancang dan Sodarin. Rasa daging ikan patin yang enak dan gurih, rasa yang lebih dibandingkan Ikan Lele. Ikan patin mempunyai kandungan minyak dan lemak yang cukup banyak di dalam dagingnya.
Teknik ternak ikan patin sebenarnya relatif mudah, sehingga tidak perlu ragu bila berminat menekuni ternak ikan ini. Pada awalnya pemenuhan kebutuhan ikan patin hanya mengandalkan penangkapan dari sungai, rawa dan danau sebagai habitat asli ikan patin. Seiring dengan meningkatnya permintaan dan minat masyarakat, ikan patin mulai diternakkan di kolam, keramba maupun bak dari semen. Permintaan ikan patin yang terus meningkat memberikan peluang usaha bagi setiap orang untuk menekuni usaha di bidang ternak ikan patin ini. Dengan permintaan yang demikian meningkat jelas tidak mungkin mengandalkan tangkapan alam, tetapi perlu ternak ikan patin secara lebih intensif.
Jenis ternak ikan patin
Peluang usaha ternak ikan patin bisa dilakukan dalam dua bidang kegiatan yaitu kegiatan pembenihan dan kegiatan pembesaran sebagai ikan konsumsi. Kegiatan pembenihan adalah upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya adalah benih berukuran tertentu, yang umumnya ialah benih selepas masa pendederan. Ternak ikan patin sebagai pemenuhan bibit ini cukup mempunyai prospek yang bagus karena permintaan bibit juga cukup besar. Ternak ikan patin sebagai persediaan bibit ini memerlukan waktu yang relatif pendek sehingga perputaran modal bisa dipercepat. Ternak ikan patin dalam kategori pembesaran biasanya dilakukan saat bibit ikan patin mempunyai berat 8-12 gram/ekor, dan setelah 6 bulan bisa mencapai 600-700 gram/ekor. Sebagian petani ikan patin memanen setelah usia 3 sampai 4 bulan karena permintaan pasar ikan patin dengan bobot yang lebih rendah per ekornya. Budidaya ikan patin sebagai bibit dan ikan konsumsi mempunyai peluang usaha yang sama-sama menguntungkan, tergantung pilihan kita mana yang lebih memungkinkan.
Syarat ternak ikan patin
Ternak ikan patin membutuhkan beberapa persyaratan dan kondisi lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangannya antara lain sebagai berikut:
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan dan budi daya ikan patin ialah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut bisa menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga bisa dibuat pematang/dinding kolam.
  • Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
  • Jika pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.
  • Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlampau keruh dan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air haruslah diperhatikan, untuk menghindari munculnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).
  • Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium ialah antara 26-28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
  • PH air berkisar antara: 6,5-7.

Friday, June 7, 2019


Tips budidaya lobster air tawar















Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda


DINAS PERIKANAN KABUPATEN BANYUASIN

2019


Tips budidaya lobster air tawar





            Budidaya lobster memang perlu di pikir matang-matang. Karena modal yang di perlukan relative besar, untuk itu kami akan memberikan tips budidaya lobster bagi Anda yang akan memulai usaha budidaya lobster. Mari kitak simak tips di bawah ini.

Gunakan indukan besar
Gunakan indukan berukuran fisik besar (bisa menghasilkan +/-500 s/d +/-900 per ekor 1 kali bertelur)sebagai produksi bibit dan untuk mempercepat pertumbuhan bibit ukuran 2Cm beri makanan ekstra berupa cacing sutra, dan berikan cacing tanah untuk mempercepat proses bertelur untuk yang dikawainkan, kemudian perlu Anda ketahui juga pada proses pergantian kulit berarti proses pertumbuhan,(bertambah besar).Terutama pada proses pembesaran di aquarium,oleh karena itu guna merangsang pergantian kulit sesering mungkin seiring dengan seringnya Anda melakukan pergantian air pada aquarium (tiap 3hari atau seMinggu 1kali) tergantung tingkat kekeruhan airnya.
Pengawasan sesering mungkin
Lakukan pengawasan sesering mungkin, untuk menghidari serangan sekelompok Lobster lain terhadap Lobster yang sedang mengalami proses ganti kulit (moulting). Oleh karena pada saat proses moulting, disamping kondisinya yang lemah,pada saat itu juga mengeluarkan cairan zat yang bisa merangsang sifat kanibal dan melakukan penyerangan terhadap lobster yang sedang tidak berdaya. Dan berikan juga pengaman pada tempat (Kolam atau Aquarium) agar Lobster tidak kabur karena sifat pengembaraanya yang tinggi, dan bisa bertahan hidup hingga 8 s/d 12 jam diluar kolam/aquarium.
Makanan tambahan
Berikan makanan tambahan/ekstra, terutama pada malam hari, sekitar Pkl.19.00~21.00 secukupnya, periksa dan berikan makan berupa pelet, bila sudah tidak terdapat sisa makanan yang diberikan pada waktu sore hari. Hal ini dilakukan guna menghinadri saling menyerang diantara sesama Lobster, oleh karena hewan ini mempuyai sifat kanibalisme yang sangat tinggi di samping itu aktivitas kelompok hewan ini meningkat pada malam hari termasuk untuk mencari mangsa. Jenis hewan ini tidak menebar bau anyir/amis seperti jenis udang atau ikan lainnya, jadi budidaya ternak bisa/layak dilakukan dilingkungan rumah/tempat tinggal.
Siapkan kolam untuk pembesaran
Apabila pilihan Budidaya/ternak pembesaran,siapkan kolam untuk pembesaran mulailah dengan skala kecil dengan tujuan untuk menbisakan pengetahuan tetang sifat sifat yang spesifk dari hewan ini yang salah satunya adalah sifat kanibalisme yang tinggi.Agar skala resiko penyusutan pupulasi yang diakibatkan kematian dan kekurang terampilan bisa ditekan sekecil mungkin jika kelak memasuki usaha skla besar. Dan apa bila pengetahuan tersebut sudah dibisa, mulailah dengan prencanaan produksi untuk target panen setiap bulan, untuk melihat ilustrasi perencanaan.


Memperhatikan iklim
Pilihan budidaya ternak pembibitan sama dengan halnya dengan langkah budidaya pembesaran hanya pembibitan lebih sensitif lagi,sebaiknya biarkan s/d usia +/-1.5 bulan baru pindahkan kekolam pembesaran. Hewan ini memang hidup lebih sesuai di iklim tropis dengan suhu udara 24 sampai dengan 30 derajat celcius demikian juga kondisi air, khusus untuk anak yang baru dipisahkan dari induknya (burayak) pergunakan alat atau cairan pengukur Ph air, kemudian apa bila Ph air tidak ideal (Ph air ideal untuk LAT = 7 s/d 9 ) bisa diatasi dengan cara memberikan additive Ph up ataupun Ph Down, guna mempetahankan Ph ideal. Semua perlengkapan untuk mengontrol keadaan Ph air bisa didapat di tempat penjualan accessories ikan hias terdekat.


Pilihan tempat
Rencanakan lokasi penempatan aquarium maupun kolam pemeliharaan pilih yang nuansanya tidak bising karena hewan ini mudah stress oleh hal-2 yang demikian,terutama pada proses perkawinan dan kehamilan kemungkinan telur yang dikandungan akan mudah rontok, sehingga akan menghambat proses pengembang biakan yang diinginkan. Hindari lingkungan hama pemangsa, tikus, kucing, dan sejenis nya,dengan memasang pelindung tutup kawat ayam dan sejenisnya. Ketinggian permukaan air 15 s/d 20 Cm dan supply oksigen yang cukup dengan memasang aerotor/air stone(gelembug-2 udara) dan Filter pump, agar selalu terjadi sirkulasi air yang bersih.

Monday, June 3, 2019


Ternak Ikan Nila Di Kolam Terpal

















Disusun Oleh :
Barnas Susanto Z, S.St.Pi
Penyuluh Perikanan Muda

KABUPATEN BANYUASIN


2019


Ternak Ikan Nila Di Kolam Terpal

Ikan nila merupakan salah satu ikan air tawar yang paling banyak di budidayakan. Ikan jenis ini bisa di budidayakan di berbagai habitat seperti di air tawar, payau, dan laut. Karena nila toleran pada salinitas yang luas. Kini, nila bisa juga di budidayakan di kolam terpal yang merupakan salah satu inovasi pengembangan kolam tadah hujan, dan pemanfaatan lahan kritis dan sempit.
Cara ternak ikan nila di kolam terpal
  • Sumber air untuk mengisi kolam terpal
Sumber air bisa memakai air sumur, air PAM, air hujan yang ditampung, dan lain-lain yang layak dipakai. Lebih ideal bila jika kolam terpal mendapat pasokan dari sungai, saluran irigasi, waduk, atau danau.
  • Ketinggian lokasi
Ketinggian lokasi perlu diperhatikan karena terkait dengan suhu air. Untuk budidaya ikan nila, ketinggian yang cocok adaiah 0-500 m dpl.
  • Ukuran ikan
Ukuran yang akan dipelihara perlu dipertimbangkan karena terkait dengan kedalaman air di dalam kolam. Seperti, benih nila cocok dipelihara pada kedalaman air 40-50 cm. Untuk menampung air sedalam 40 cm, cukup dibuat kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 60 cm. Untuk usaha pembesaran yang memakai benih ukuran 20-30 g/ekor, dibutuhkan kedalaman air berkisar 80-100 cm. Untuk menampung air sedalam 100 cm, dibutuhkan kolam dengan ketinggian atau kedalaman sekitar 120 cm.

  • Dasar tanah dan kerangka yang dipakai
Dasar tanah untuk peletakan kolam terpal harus rata, begitu pula dengan kerangka yang dipakai hendaknya tidak berbahan tajam karena bisa membuat terpal sobek. Bila tanah tidak rata, sebaiknya diberi lapisan dan pelepah batang pisang atau sekam padi. Selain berfungsi meratakan tanah, kedua bahan ini bisa menstabilisasi suhu.
  • Peralatan Pendukung
Dalam pengelolaan kualitas air di kolam terpal, dibutuhkan beberapa peralatan, baik untuk menjaga ketersediaan air maupun untuk memelihara kualitas air. Beberapa peralatan yg perlu disediakan adalah Aerator atau blower  yg hanya dibutuhkan sewaktu-waktu untuk meningkatkan kandungan oksigen, Pompa, selang atau pipa yang dipakai untuk mengalirkan air dari sumber air ke kolam terpal ataupun untuk membersihkan dasar kolam dengan cara melakukan sifon
Jenis kolam terpal
Berdasarkan bahan dan cara membuatnya, terutama dinding atau kerangka kolam maka dikenal adanya beberapa jenis kolam terpal, antara lain:
  • Kolam terpal dengan kerangka bambu, kayu, pipa ledeng, atau besi.
  • Kolam terpal dengan dinding batako atau batu bata.
  • Kolam terpal dengan dinding tanah.
  • Kolam beton atau kolam tanah berlapis terpal.
Keunggulan kolam terpal
Keunggulan dari kolam terpal adalah bisa diterapkan (dibangun) di berbagai tempat, tidak harus di lahan yang ideal sebagaimana pembangunan kolam konvensional. Kolam terpal juga mudah dibersihkan dan dipindahkan. Membudidayakan  ikan dikolam terpal, padat penebarannya bisa ditingkatkan, sintasan atau kelangsungan hidup (survival rate) lebih tinggi, pertumbuhan ikan bisa dipacu, dan ikan hasil panen tidak berbau lumpur. Selain itu itu, pembuatan dan pemeliharaan ikan di kolam terpal juga lebih mudah (secara teknis) dan lebih murah (secara finansial). Karena keunggulan itulah maka budidaya ikan di kolam terpal ini berkembang pesat, termasuk untuk pemeliharaan ikan nila.
Keunggulan kolam terpal ini merupakan salah satu peluang yang baik bagi pengembangan budidaya nila. Kolam terpal bisa diterapkan untuk pembenihan nila, pendederan, dan pembesaran untuk menghasilkan nila konsumsi dan induk.